Pertemuan Koordinasi Penanganan Kecamatan Rawan Pangan

Berdasarkan analisis FSVA Aceh Tahun 2018 ada 9 indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketahanan dan kerentanan pangan, dari 9 indikator tersebut 2 faktor penyebab utama kerawanan pangan yaitu masih tingginya angka persentase kemiskinan dan tingginya persentase balita stunting.“Data terbaru  hasil RIKESDAS  2018 menunjukkan bahwa terdapat  37,3 persen balita stunting dan 23,5 persen balita underweight di Aceh. Tentu saja tinggi nya angka underweight dan stunting merupakan masalah berat yang harus menjadi perhatian semua pihak, dan merupakan gambaran rendahnya  akses serta pemanfaatan pangan oleh penduduk di Aceh.” (Kadis Pangan Aceh)

Kumala Hotel Banda Aceh tempat dilaksanakan pertemuan tersebut selama 3 (tiga) hari pada tanggal 20 s/d 22 Agustus 2019 dan peserta yang hadir berjumlah 60 orang yang terdiri dari Dinas Pangan di 23 Kab/ Kota Dinas Pangan Provinsi Aceh.

Tujuan dilakukannya pertemuan tersebut antara lain, Meningkatkan koordinasi diantara lintas sector dalam menanggulangi kerawanan pangan dan gizi, Disepakatinya upaya – upaya yang diharus dilakukan bersama untuk menanggulangi kerawanan pangan dan gizi, Merumuskan bahan acuan dan kebijakan bagi para stake holder untuk fokus dalam urusan pangan dan gizi.

Pemateri yang hadir dalam kegiatan ini yaitu perwakilan Dinas Kesehatan Aceh mengisi tentang Cegah Stunting itu penting. Perwakilan BAPEDDA mengisi materi tentang Akar Masalah Kemiskinan Aceh dan Strategi Penurunannya. Dari perwakilan (UNICEF) Kondisi dan Penanganan Anak Stunting di Aceh, dan dari (Pokja Dewan Ketahanan Pangan) Mengisi materi tentang Penguatan Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kab/ Kota Untuk Percepatan Penaganan Rawan Pangan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *