Dyah Erti Ajak Masyarakat Singkil Berantas Stunting

Aceh Singkil – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil khususnya kaum ibu untuk memberantas Stunting. Stunting adalah permasalahan gizi buruk kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama baik pada ibu hamil hingga anak usia balita akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

“Mari sama-sama kita nyatakan perang terhadap stunting. Kita perlu bersinergi bersama sehingga percepatan pencegahan stunting bisa segera tercapai,” kata Dyah saat mengunjungi Posyandu Kasih Ibu di Kampung Gosong Telaga Timur. Hal yang sama juga diminta Dyah di hadapan ratusan perempuan yang hadir di kantor kecamatan yaitu di Kantor Camat Singkil Utara.

Dyah menyebutkan, Aceh terdata sebagai daerah dengan tingkat kasus stunting tinggi, di mana 37 dari 100 balita yang lahir terkena stunting. Namun demikian, Dyah ragu dengan keakuratan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan tersebut. Dari beberapa kunjungan ke beberapa daerah, ia mendapati bahwa banyak ibu yang mengosongkan keterangan tinggi badan anak pada buku pink yang diberikan posyandu kepada ibu hamil. Hal itu membuat data tak sepenuhnya terisi dan kesimpulan dari angka stunting diragukan.

Dari data Posyandu Singkil Utara misalnya, hanya ada 3 anak yang tercatat mendera stunting dari kelahiran anak yang mencapai 235 orang. Padahal catatan Kementerian Kesehatan, 47 dari 100 anak yang lahir di Singkil menderita stunting atau sebanyak 47 persen angka stunting yang tercatat di Aceh Singkil.

“Kelemahan kita adalah tidak mengukur tinggi badan anak saat ke Posyandu sehingga survey oleh Kementerian Kesehatan yang didasarkan pada buku KIA itu membuat angka stunting di tempat kita tinggi,” kata Dyah. “Ke depan jangan lupa isi ya, kita sama-sama buktikan di tahun depan bahwa angka stunting di Aceh dan di Singkil tidak setinggi itu.”

Dari kunjungan kerja tersebut, Dyah mendapati bahwa angka stunting di Singkil rendah sementara angka kunjungan ibu hamil dan ibu yang punya balita ke posyandu sangat tinggi. Aktifitas tersebut patut diapresiasi dan dirinya memberikan pujian atas prestasi tersebut.

Dyah menyebutkan dalam waktu dekat pihaknya di PKK Provinsi Aceh akan mendeklarasikan aksi percepatan cegah stunting. Aksi tersebut diharapkan juga dideklarasikan oleh semua kader PKK di semua kabupaten di Aceh sehingga pemberantasan stunting bisa terjadi.

Selain itu, Dyah meminta agar masyarakat lebih peka terhadap apa pun yang terjadi di lingkungan terdekat. Kasus stunting biasa terjadi dikarenakan ada pengabaian dari keluarga bahkan tetangga atas apa yang dialami oleh anak usia balita.

Agar kebersamaan dan rasa kekeluargaan terbangun di tengah masyarakat, Dyah meminta agar gampong mengaktifkan kegiatan gotong royong. Kegiatan itu diyakini bisa meningkatkan jiwa sosial di masyarakat.

Bukan hanya itu, Dyah menyebutkan, pemantauan tumbuh kembang anak tak hanya harus dipedulikan pada usia 0-2 tahun saja. Di usia itu anak memang mengalami pertumbuhan otak yang sangat cepat. Namun usia di atas itu, anak harus diperhatikan dengan lebih ketat. Apalagi saat ini angka penggunaan gadget atau telepon pintar oleh anak semakin tinggi.

“Perhatikan anak. Jangan dibiarkan mereka kecanduan dengan gadget. Otak anak rusak (jika sering disodori gadget) seperti kecanduan narkoba,” kata Dyah.

Sementara itu, Ketua PKK Aceh Singkil, Atmah, mengatakan keberadaan PKK hingga ke tingkat terendah yaitu di gampong harus memberikan manfaat yaitu peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader PKK di Aceh Singkil untuk meningkatkan pembinaan sehingga para peka atas segala kondisi di masyarakat.

“Kehadiran Tim Penggerak PKK Aceh ke Singkil menjadi motivasi bagi kami sehingga program-program PKK bisa kita laksanakan secara lengkap di Aceh Singkil,” kata Atmah.

 

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati mengunjungi Posyandu Kasih Ibu di Kampung Gosong Telaga Timur, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat, 28-12-2018.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : humas.acehprov.go.id

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *